1. Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?
Ini peluang Anda untuk "menjual" diri Anda. Uraikan dengan singkat dan jelas kelebihan yang Anda miliki, kualifikasi Anda dan apa yang dapat Anda sumbangkan bagi perusahaan tersebut. Hati-hati, jangan memberikan jawaban yang terlalu umum. Hampir setiap orang mengatakan mereka merupakan seorang pekerja keras dan memiliki motivasi. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang Anda miliki.
2. Mengapa tertarik bekerja di perusahaan ini?
Pertanyaan ini merupakan salah satu alat bagi si pewawancara untuk mengetahui apakah Anda mempersiapkan diri dengan baik. Jangan pernah datang untuk sebuah wawancara pekerjaan tanpa mengetahui latar belakang perusahaan. Dengan memiliki informasi yang cukup mengenai latar belakang perusahaan tersebut maka pertanyaan di atas memberikan kesempatan kepada Anda untuk memperlihatkan inisiatif, dan menunjukkan apakah pengalaman serta kualifikasi yang Anda miliki sepadan dengan posisi yang diperlukan.
3. Apa kelemahan utama Anda?
Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan Anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana Anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya, bila Anda memiliki masalah dengan perusahaan terdahulu, perlihatkan langkah yang Anda ambil. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri Anda.
4. Mengapa berhenti dari perusahaan terdahulu?
Walaupun Anda berhenti dari pekerjaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, Anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Bila Anda memberikan jawaban yang mengandung aspek negatif, kompensasikan jawaban tadi dengan jawaban yang positif. Bila Anda mengeluhkan tentang pekerjaan terdahulu, maka hal ini tidak memberi poin apa-apa buat Anda.
5. Bagaimana Anda mengatasi masalah?
Tidak mudah memberikan jawaban bila Anda mendapatkan pertanyaan seperti di atas, terutama bila Anda baru lulus dan tidak memiliki pengalaman kerja. Pewawancara ingin melihat apakah Anda dapat berpikir kritis dan mengembangkan solusi tanpa melihat jenis permasalahan yang Anda hadapi, bahkan walaupun Anda tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Gambarkan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam memprioritaskan pekerjaan. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda bertanggungjawab dan tetap dapat berpikir jernih walaupun sedang menghadapi masalah.
6. Prestasi apa yang dibanggakan?
Rahasia dari pertanyaan di atas adalah dengan menyeleksi dan memilih secara spesifik prestasi yang berhubungan dengan posisi yang sedang ditawarkan. Walaupun Anda pernah menjuarai bola basket pada waktu kuliah, tetapi ini bukan merupakan sebuah jawaban yang diharapkan. Berikan jawaban yang lebih profesional dan lebih relevan. Pikirkan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut dan kembangkan contoh yang memperlihatkan bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.
7. Berapa gaji yang Anda harapkan?
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tersulit terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup.Yang perlu Anda lakukan sebelum wawancara adalah mencari tahu pasaran gaji untuk posisi yang ditawarkan agar Anda dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Beritahu pewawancara bahwa Anda terbuka untuk membicarakan mengenai kompensasi bila saatnya tiba. Bila terpaksa, berikan jawaban yang berupa kisaran angka, bukan angka tertentu.
8. Bisa ceritakan mengenai diri Anda?
Mungkin pertanyaan di atas tampaknya mudah tetapi pada kenyataannya tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Yang pasti Anda harus menyadari bahwa pewawancara tidak tertarik untuk mengetahui apa yang Anda lakukan di akhir pekan ataupun dari daerah mana Anda berasal. Pewawancara berusaha mengetahui Anda secara profesional. Siapkan dua atau tiga poin mengenai diri Anda, baik pengalaman kerja maupun sasaran karir Anda dan tetap konsisten. Rangkum jawaban Anda dengan mengungkapkan keinginan Anda sebagai bagian dari perusahaan tersebut. Bila memiliki jawaban yang mantap maka hal ini dapat membawa Anda pada pembicaraan yang memperlihatkan kualifikasi Anda.
Selengkapnya...
Senin, 01 Desember 2008
Pertanyaan jebakan dalam wawancara
Diposting oleh
catatan anjanie
di
09.25
0
komentar
[PSIKOLOGI TEST] Bwt ngeliad kamu tu kayak gimana sbnrnya!
Perhatian !!!
Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pilihan hati Anda sendiri. Hanya terdapat 3 pertanyaan dan jika Anda mengintip semua sebelum Anda menyelesaikannya, Anda tidak akan mendapat jawaban yang jujur mengenai diri Anda.
Arahkan ke bawah secara perlahan, jawablah semua tes secara berurutan dan jujur. Jangan mengintip pertanyaan nomor berikutnya jika belum menjawab jawaban yang di atasnya. Gunakan pensil dan kertas untuk menulis jawaban Anda! Anda akan memerlukannya pada saat ingin mengetahui jawaban yang jujur tentang Anda. Semua jawaban akan menceritakan banyak hal tentang Anda sendiri.
Jangan takut, ini hanya tes personality!!!… )
PERSONALITY TEST:
Ingat tulis jawabannya dengan pensil dan kertas yang sudah Anda sediakan !!!!!!
Pertanyaan #1
Urutkan lima hewan di bawah ini yang menurut Anda bisa mewakili diri Anda
(semua harus dipilih namun diurut berdasarkan prioritas pilihan).
a. Sapi/Cow
b. Macan/Tiger
c. Kambing/Sheep
d. Kuda/Horse
e. Babi/Pig
Pertanyaan #2
Tuliskan deskripsi yang menjelaskan utk masing-masing hal dibawah ini menurut Anda
(Contoh Hujan — Kalimat yang ada dibenak saya adalah: Menyegarkan dan penuh berkah)
1.Anjing/Dog
2.Kucing/Cat
3.Tikus/Rat
4.Kopi/Coffe
5.Laut/Sea
Pertanyaan #3
Pikirkan seseorang yang juga mengenal Anda dan memiliki arti
penting buat Anda. Dimana Anda bisa menghubungkannya dengan warna di bawah ini.
Jika mendengar warna di bawah ini, siapa orang yang langsung teringat bagi Anda
(Jangan mengulang jawabannya, jawaban pertama Anda adalah yang digunakan).
Masing-masing warna dijawab hanya dengan menyebut satu nama orang
atau teman dekat yang memiliki arti.
1. Kuning/Yellow
2. Orange
3. Merah/Red (harus teman wanita/perempuan!)
4. Putih/White
5. Hijau/Green
INGAT!!! JAWABAN (boleh dilihat jika anda sudah mantab/yakin dgn jawaban anda atas 3 pertanyaan di atas!)
Hal ini akan menjawab prioritas hidup Anda, mana yang diutamakan:
Sapi/Cow berarti Karir
Macan/tiger berarti Harga Diri
Kambing/Sheep berarti Cinta
Kuda/Horse berarti Keluarga
Babi/Pig berarti Uang/Kekayaan
Deskripsi Anda tentang Anjing/Dog merupakan gambaran DIRI Anda SENDIRI
Deskripsi Anda tentang Kucing/Cat merupakan gambaran Sifat Pasangan Anda
Deskripsi Anda tentang Tikus/Rat merupakan gambaran Sifat Musuh Anda
Deskripsi Anda tentang Kopi/Coffe merupakan jawaban Anda jika ditanya Makna Seks..
Deskripsi Anda tentang Laut/Sea merupakan gambaran kehidupan diri Anda sendiri
Kuning/Yellow adalah seseorang yang tidak akan pernah Anda lupakan.
Orange adalah seseorang yang Anda anggap sebagai sahabat sejati Anda.
Merah/Red adalah seseorang yang sangat Anda cintai!
Putih/White adalah Seseorang yang hatinya merupakan kembaran hati Anda /Your Twin Soul
Hijau/Green adalah seseorang yang akan kamu ingat untuk selama-lamanya
Diposting oleh
catatan anjanie
di
09.24
0
komentar
Tuhan Itu Ada
Seorang konsumendatang ke tempat tukang cukur untuk memotong
rambut dan merapikan brewoknya.
Si tukang cukurmulai memotong rambut konsumennyadan
mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik
pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang
Tuhan.
Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu
ada"..
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si
konsumen.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di
jalanan.... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada".
"Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang
sakit??, Adakah anak terlantar??".
"Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun
kesusahan".
"Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha
Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi"..
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon
karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si
konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia
melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang,
berombak kasar mlungker-mlungker-istilah jawa-nya",
kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat
kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,
"Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."
Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang
begitu ??"..
"Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya
mencukurmu!"
"Tidak!" elak si konsumen.
"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak
akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan
seperti orang yang di luar sana ", si
konsumen menambahkan.
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah
si tukang cukur.
" Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri,
kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang
cukur membela diri.
"Cocok!"-kata si konsumen menyetujui.
"Itulah point utama-nya!.. Sama dengan Tuhan,
TUHAN ITU JUGA ADA!,Tapi apa yang terjadi...
orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU
MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di
dunia ini."
Si tukang cukur terbengong !!!!
Selengkapnya...
Diposting oleh
catatan anjanie
di
08.45
0
komentar
Label: artikel-artikel, catatan, IslamKu, psikologi, renungan
Minggu, 23 November 2008
Mengintip Pelacuran ABG
ABG (Anak Baru Gede) adalah sebutan bagi remaja usia belasan tahun. Istilah kerennya sih teenager. Usia yang menurut para pakar psikologi berada di saat rawan karena penuh pemberontakan dan pencarian jati diri. Usia yang ibarat kembang yaitu sedang mekar-mekarnya, indah. Nah, keindahan inilah yang seringkali disalahgunakan untuk hal-hal yang nggak bener. Melacurkan diri adalah salah satunya.
Ketika browsing internet untuk mencari data tentang pelacuran ABG ini, saya langsung terhenyak. Mulai blog pribadi yang dikelola amatiran hingga media selevel Tempo, semuanya menyediakan data dan laporan lengkap tentang seluk beluk dunia esek-esek ala ABG ini. Seragam putih-biru alias SMP dan putih abu-abu atau SMA, lengkap ada semua. Mulai layanan tingkat amatir dengan harga cuma dibelikan makan siang hingga yang profesional sejumlah ratusan ribu bahkan jutaan, lengkap tersaji.
Saya pun memandang monitor komputer dengan nanar, bagaimanakah masa depan bangsa ini dengan polah ABG seperti ini? Tapi, tak ada masalah hadir tanpa solusi. So, kita telusuri yuk fenomena keberadaan pelacuran ABG ini untuk ditemukan akar masalahnya sehingga bisa dilakukan treatment untuk pengobatannya. Yuuuk!
ABG sayang, ABG malang
Melalui sejumlah wawancara dan investigasi, banyak di antara para ABG yang memutuskan dirinya melacur itu karena alasan ekonomi. Biaya sekolah yang mahal, harga buku yang tak murah serta kebutuhan hidup lainnya yang mendesak menjadi salah satu alasan yang dipilih untuk diberikan. Apalagi bila menjelang ujian yang jelas-jelas ada tagihan ini-itu dari pihak sekolah, walhasil jalanan jadi rame dipenuhi para ABG yang menjajakan diri.
Di antara mereka ada yang melakukannya tanpa sepengetahuan keluarga, tapi tidak sedikit yang mendapat restu orangtua. Bahkan ada seorang ibu yang sengaja menyelipkan kondom ke tas sekolah anaknya bila mereka akan keluar rumah. Nadzhubillah.
Kesulitan ekonomi bukan menjadi satu-satunya alasan para ABG jual diri. Tidak sedikit juga yang berasal dari kalangan atas bahkan ada anak pejabat terkenal yang sering muncul di TV nasional. Ketika diwawancarai, ia berkilah bahwa yang dilakukannya itu sebagai protes terhadap ayahnya yang jarang berada di rumah.
Tergiur gaya hidup yang konsumtif biar nggak dianggap kuno sama teman-teman sebaya juga bisa menjadi faktor yang lain. Punya HP keluaran model terbaru, MP4 Player, tas dan baju keluaran butik terkenal, jalan-jalan ke mal, bisa membuat para ABG lupa daratan. Persaingan antar teman juga bisa dijadikan alasan. Wih..si A kemarin habis jalan bareng sama om-om keren, si B nggak mau kalah hari ini menggandeng eksekutif papan atas ibu kota. Habis dikecewakan dan dinodai mantan pacar juga disebut-sebut sebagai alasan favorit para ABG ini. Ya, seabreg alasan bisa diberikan kalau sekadar sebagai pembenaran untuk perbuatan yang nggak bener. Ckckck...
Yuk berbenah!
Bro en Sis, kebebasan berekspresi dan bertingkah laku adalah sandaran yang tak dapat diganggu-gugat selama masyarakat masih menganut paham demokrasi ini. Para ABG ini pun sedang menyalurkan kebebasan sehingga payung hukum mana pun tak dapat menjeratnya. Paling pol yang bisa dilakukan pemerintah setempat adalah alasan usia yang masih di bawah umur. Lha kalo umur sudah cukup untuk melacur, pemerintah mau apa? Bahkan hukum pun telah ada dan sengaja dibuat untuk melindungi mereka yang menyebut dirinya sebagai PSK (Pekerja Seks Komersial).
Kebebasan lain yang diusung oleh demokrasi adalah bebas dalam kepemilikan. Harta bisa dimiliki dengan cara apapun juga, termasuk jalan haram sekalipun. Tak heran, bila lokalisasi prostitusi menjadi legal bin sah dalam kondisi seperti ini selama negara diuntungkan dari tarikan pajaknya. Apalagi bila dalih favorit yang sering dipakai alasan mulai dikeluarkan ‘keberadaan lokalisasi memberi nafkah pada banyak lapisan masyarakat’. Ciloko tenan kalo sudah begini.
Kita nggak mungkin tinggal diam dengan maraknya fenomena pelacuran ABG. Karena sungguh adzab Allah tidak saja akan menimpa mereka yang berbuat kerusakan di muka bumi, tapi semua bakal kena termasuk mereka yang alim. Allah Swt. berfirman:
“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaanNya.” (QS al-Anfaal [8]: 25)
Apalagi dalam keadaan ini, para ABG hanyalah korban dari sistem rusak yang sedang berlangsung di tengah-tengah kita. Jadi sayang sekali bila generasi muda tidak diselamatkan sejak dini mulai detik ini.
Peran serta orangtua yang bekerjasama dengan para guru harus digalang. Orangtua tak bisa menimpakan pendidikan anak-anaknya melulu kepada pihak sekolah saja. Begitu juga sebaliknya. Kedua elemen ini harus bahu-membahu meningkatkan kepedulian terhadap para ABG ini. Kepedulian ini pun harus ada ujud nyatanya dengan melakukan pendekatan kepada individu-individu ABG.
Akan lebih baik bila kedua elemen ini mengajak institusi keislaman yang jelas-jelas visi dan misinya mengerti masalah remaja. Tidak bisa dipungkiri usia orangtua dan guru yang termasuk ‘angkatan lama’ mengalami kendala dalam memahami gejolak jiwa remaja. Para ABG ini butuh sosok yang memahami dunia mereka dan berjalan mengiringi proses kedewasaan mereka. Sehingga tak perlu ada sikap ketakutan tanpa dasar pada pihak orangtua atau guru bila ada sosok yang peduli dengan dunia remaja. Waspada memang perlu tapi hendaklah disertai dengan sikap bijak. Berkomunikasi dan ‘sharing’ visi misi adalah langkah bijaksana daripada melarang tanpa alasan munculnya mereka yang berusaha peduli untuk menyelamatkan generasi ini.
Selalu ada ‘Second Chance’
Selama nafas masih ada dalam diri kita, tak pernah ada kata terlambat untuk bertaubat. Begitu juga bila kamu menemui atau mempunyai teman yang pernah menempuh keadaan di atas, maka janganlah dicibir atau dijauhi. Dekatilah mereka dengan kasih sayang dan tanpa ada prasangka. Karena selalu ada kesempatan lain dalam kehidupan bila kita memang benar-benar berniat untuk berubah. Ulurkan persahabatan tulus pada mereka yang telah sadar dan mau berubah. Namun bila yang terjadi adalah sebaliknya, dalam artian para ABG ini tak berniat kembali ke jalan yang benar, maka sungguh, Allah telah melihat upayamu dan bukan hasilmu.
Permasalahan ini memang tak bisa diselesaikan secara individual saja. Tak akan cukup hanya melibatkan pihak orangtua, para guru dan pihak sekolah, serta orang-orang yang peduli dengan masa depan remaja, namun dibutuhkan lebih daripada itu. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan pengurus urusan rakyatnya harus juga peduli terhadap keselamatan moral dan akhlak generasi muda. Fakta di lapangan banyak berbicara bahwa maraknya pelacuran ABG melibatkan para oknum yang seharusnya melindungi tapi malah menarik untung dari transaksi haram ini.
Sindikat perdagangan ABG untuk dilacurkan juga harus ditindak dengan setegas-tegasnya. Bukan seperti yang terjadi sekarang ini, oknum yang seharusnya bertugas melindungi warga masyarakat, malah terlibat memperdagangkan ABG demi gepokan rupiah. Dan yang parah adalah pejabat-pejabat bermental rusak yang malah minta ‘disediakan’ ABG bila mereka melakukan kunjungan ke daerah-daerah.
Pemerintah harus serius menangani masalah pelacuran ABG ini, bukan sekadar ngurusi kursi apalagi menjelang pemilu begini. Pelacuran ABG merupakan puncak gunung es dari permasalahan yang lebih mendasar. Selebihnya masih banyak hal yang harus dibenahi mulai dari tingkat perekonomian masyarakat, moralnya, sistem pergaulan yang diadopsi, dll. Semua hal yang disebutkan di atas itu cuma cabang saja dari sebuah akar masalah yaitu ideologi suatu bangsa. Selama kita masih bangga dengan ideologi nano-nano alias kapitalis, sosialis dan agama dicampur aduk kayak sekarang ini, maka jangan pernah berharap bahwa masalah akan selesai.
Karena sungguh, kebenaran selamanya tak akan pernah bisa diaduk-aduk dengan kebatilan. Yang muncul akhirnya adalah kompromi-kompromi yang tidak masuk akal. Pelacuran ABG diperangi dengan alasan mereka masih di bawah umur. Lha kalo sudah dewasa, itu artinya mereka boleh melacurkan dirinya lagi? Malah sudah disediakan tuh lokalisasinya dengan stempel pelacuran sah dan resmi atas ijin negara. Benar-benar kacau balau kalo sudah begini urusannya. Maka tak heran, bila negeri ini tak putus dirundung malang. Seperti kata Om Ebiet G Ade dalam sebuah lagunya: “Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa...” Silakan renungkan ya.
Namun, selalu ada kesempatan kedua alias second chance bila kita mau bertaubat. Taubat dengan sebenar-benarnya taubat. Bukan tobat jenis tomat alias sekarang tobat besok kumat lagi, halah. Ini sama saja dengan mempermainkan Allah, tul kan? Taubat nasuha ini bukan saja dilakukan oleh individu ABG yang sudah terlanjur menempuh jalan haram, tapi juga harus dilakukan oleh segenap masyarakat dan negara. Barengan, gitu lho.
Yakinlah, selalu ada peluang untuk meniti jalan lurus demi meraih ridho ilahi. Jangan cuma bangga sebagai negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia, bila ternyata pelacuran terbesar pun ada di negara ini. Naudzhubillah.
Tak ada jalan lain untuk keluar dari kemelut ini kecuali menjalankan resep dari Yang Mahamempunyai Solusi yaitu Allah Rabbul Izzati. Resep itu harus dijalankan dengan keseluruhan, bukan separuh-separuh diambil yang enak-enak dan membawa manfaat saja. Karena resep yang cuma diminum separuh bukannya menyembuhkan, malah menimbulkan munculnya penyakit-penyakit baru.
Islam harus diterapkan secara keseluruhan atau kaaffah. Sangat tidak adil bila Islam hanya diambil ibadah ritualnya dan dibuang aspek sosial kemasyarakatan, pendidikan, ekonomi, pidana, pemerintahan, politik, dan lain sebagainya. Karena sungguh, tak ada satu sisi pun dalam kehidupan ini yang tak ada aturannya dalam Islam. Apalagi hanya untuk menuntaskan masalah pelacuran ABG, Islam sangat punya jawabannya. Benar itu. Ditanggung!
Pertanyaannya, apakah kita mau mengambil Islam saja sebagai solusi kehidupan? Ataukah kita masih bangga dan silau dengan sekularisme dan hukum pidana yang bersumber darinya? Hanya orang bebal dan tidak mempunyai akal saja yang masih percaya pada kapitalisme-sekularisme yang jelas-jelas kerusakannya itu. So, bagi kamu-kamu yang merasa dirimu orang pintar, cukup Islam saja sebagai solusi dan the way of life sekarang dan selamanya. Dijamin pasti tokcer. Dengan Islam, ABG pun bisa tumbuh berkembang menempuh jalan kedewasaan di jalan yang benar. Bila sudah begini, cerahlah masa depan suatu bangsa dan negara. Jadi, ambil Islam sebagai cara hidup. Campakkan demokrasi, sekularisme dan kapitalisme sebagai biang kerok pelacuran ABG. Yuuukkk!
Selengkapnya...
Diposting oleh
catatan anjanie
di
03.05
0
komentar
Label: artikel-artikel, catatan, IslamKu, psikologi
Efek Kata-Kata Negatif dan Kata-Kata Positif
Sebaiknya kita semua mulai mengendalikan Kata-kata yang keluar dari mulut kita dengan Kata-Kata yang Positif dan Baik.
Setelah membaca info tentang pengaruh Kata-Kata Negatif terhadap Air yang ditulis dalam buku " The Hidden Messages in Water " karya Masaru Emoto dan pada halaman 31 buku tersebut disebutkan tentang banyaknya orang yg melakukan percobaan, sayapun tertarik untuk melakukannya sbb:
1. Tempatkan Nasi sisa yg sdh didiamkan semalaman kedalam 2 toples dgn jumlah yg sama, kemudian ditutup rapat.
2. Masing-masing toples di tempelin label yg berisi kata2 sbb:
3. Toples A : " Kamu Pintar, Cerdas, Cantik, Baik, Rajin, Sabar, Aku Sayang Padamu, Aku Senang Sekali Melihatmu, Aku Ingin Selalu di dekatmu, I LOVE YOU, Terima Kasih.
4. Toples B : " Kamu Bodoh, Goblok, Jelek, Jahat, Malas, Pemarah, Aku Benci Melihatmu, Aku Sebel Tidak mau dekat dekat kamu "
5. Botol 2 ini saya letakkan terpisah dan pada tempat yg sering dilihat, saya pesan pada semua orang yang ada dirumah untuk membaca label pada botol tersebut setiap kali melihat botol2 tersebut.
6. Dan inilah yang terjadi pada nasi tersebut setelah 1 minggu kemudian :
Nasi dalam botol yg di bacakan kata-kata Negatif ternyata cepat sekali berubah menjadi busuk dan berwarna hitam dgn bau yg tidak sedap..
Sedangkan Nasi dalam botol yg di bacakan kata-kata Positif masih berwarna putih kekuningan dan baunya harum seperti ragi.
Nah Silahkan teman-teman mencobanya sendiri.
Kalau di buku di katakan ada yg mencoba dgn tiga botol dimana botol ketiga tidak di beri label apa2 alias diabaikan / tidak diperdulikan, dan ternyat beras dlm botol yg diabaikan membusuk jauh lebih cepat dibandingkan botol yg dipapar kata " Kamu Bodoh".
Bayangkan apa yang akan terjadi dengan anak-anak kita, pasangan hidup kita, rekan-rekan kerja kita, dan orang-orang disekeliling kita, bahkan binatang dan tumbuhan disekeliling kita pun akan merasakan efek yang ditimbulkan dari getaran-getaran yg berasal dari pikiran, dan ucapan yang kita lontarkan setiap saat kepada mereka.
Maka sebaiknya selalulah sadar dan bijaksana dalam memillih kata-kata yg akan keluar dari mulut kita, demikian juga kendalikanlah pikiran-pikiran yg timbul dalam batin kita.
Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.
Selengkapnya...
Diposting oleh
catatan anjanie
di
02.30
0
komentar
Label: artikel-artikel, catatan, kesehatan, psikologi, renungan
Minggu, 09 November 2008
Psikologi Suami – Istri
Selain perbedaan yang mencolok secara fisik, tentu banyak perbedaan lainnya secara lahiriah. Begitu halnya dalam hal cara berfikir. Cara berfikir lelaki terkonsentrasi (terpusat) pada kebutuhannya saja dan hanya memperhatikan dirinya saja. Sebaliknya pada wanita, akan lebih mudah memperhatikan sekelilingnya melebihi perhatian pada dirinya sendiri. Ia akan menngorbankan dirinya sendiri dan tidak merasakan hal tersebut.
Perbedaan cara berpikir ini yang mendasari sikap tidak saling memahami jalan pemikiran. Lelaki tidak bisa berfikir dan menyikapi sesuatu seperti yang dilakukan perempuan. Begitu juga sebaliknya. Jika masing-masing pihak memaksakan cara berpikirnya, tentu saja fatal akibatnya. Timbullah rasa frustasi, ketegangan yang diwarnai pertengkaran, kebencian yang dapat menimbulkan keretakan dalam rumah tangga.
Lalu, apa saja perbedaan itu?
Cara Berpikir
Otak lelaki dan perempuan berbeda, begitu pula dalam penggunaannya. Para lelaki akan sulit sekali merubah fikirannya dalam waktu sekejab. Lain hal dengan wanita.
Jika seorang lelaki dalam konsentrasi penuh melakukan suatu hal, maka akan sulit baginya untuk membagi konsentrasi pada hal lainnya. Misalnya, seorang suami sedang asik membaca. Si istri datang dengan maksud ingin menciptakan suasana hangat. Namun yang terjadi pada suami adalah si istri mengganggu konsentrasinya. Hal umum terjadi adalah, suami dan istri sama-sama menjadi jengkel karena tak terpenuhi keinginannya.
Hal yang harus dilakukan istri adalah, tanyakan pada suami apakah dia ingin berbincang-bincang padanya. Jika suami mengatakan kesanggupannya tapi dia tidak melepaskan matanya dari bacaannya. Lebih baik tak usah dilanjutkan lagi perbincangan karena sudah pasti suami tidak akan dapat berkonsentrasi dengan dua macam perbuatan. Lebih baik cari lagi waktu luang lainnya. Dan hal ini tidak berarti dia tidak mencintai dan perduli pada istrinya. Hal ini hanyalah karena tabiat dasar seorang lelaki.
Interaksi dengan dunia luar bagi lelaki adalah pergulatan dengan dunia luar. Pergulatan yang membutuhkan enerji besar dan keharusan untuk memenangkannya. Ia harus selalu menjadi orang yang berada di urutan teratas. Tentu saja interaksi ini berbeda jauh pada kaum perempuan yang penuh dengan kasih sayang, dunia penuh cinta, dan hubungan sosial.
Cara berfikir terhadap dunia luarpun menjadi sangat berbeda. Dimana lelaki berfikir secara sentratif (memusat) akan mengaitkan satu hal dengan hal lainnya kemudian secara bertahap membentuk sebuah gambaran yang dapat ia mengerti. Sedangkan perempuan memiliki sifat ekspansif (meluas) dimana pada tahap awalnya ia akan mencoba menjelajah segala aspek yang terkait dengan objek kemudian mengkaitkan bagian-bagian tersebut.
Contoh sederhana adalah saat berbelanja. Bagi lelaki dimana cara berfikirnya terkonsentrasi adalah langsung membeli barang yang dibutuhkannya dan mengabaikan lainnya. Berbeda dengan perempuan yang bersifat ekspansif. Perempuan membutuhkan waktu untuk menjelajah sambil menyebarkan sifat penyayangnya. Tentu hal yang melelahkan bagi lelaki bila ia dipaksakan harus melakukan hal yang sama seperti kaum perempuan.
Perbedaan lainnya terletak pada cara berfikir dalam menyelesaikan masalah. Bagi lelaki, berfikir adalah diam namun bagi perempuan berfikir sambil berbicara agar mendapatkan kejernihan dalan berfikir. Kontradiktif. Tabiat pokok para lelaki adalah perhatian pada sesuatu yang di luar. Sehingga ketika ia mengalami kesukaran maka ia akan menarik diri dan mulai berfikir secara diam. Ia berusaha memecahkan permasalahan yang dialami. Demikianlah cara lelaki bersikap agar telepas dari kesukaran dan kelelahan.
Lelaki yang merasa lelah akan berusaha mencari kelegaan dengan berusaha mendapatkan tempat yang cukup tenang, jauh dari kebisingan. Dan secara umum berusaha menghindarkan diri untuk tenggelam pada perdebatan dalam bentuk apapun. Ia tidak ingin berbicara, baik pada permasalahan yang dihadapi maupun tema lainnya. Yang diinginkan lelaki pada waktu itu hanyalah ketenangan. Dan rumah adalah tempat mendapatkan ketenangan itu.
Di antara naluri khas lelaki adalah apabila ia konsentrasi untuk membahagiakan perempuan maka ketika itu semua pikiran dan usahanya terpusat untuk mewujudkannya. Bila ia merasa perempuan telah merasa bahagia, maka lelaki akan berusaha mengubah pikirannya pada hal baru secara tidak sengaja. Ia mulai konsentrasi pada hal lain, seperti permasalahan dalam pekerjaan. Sehingga otaknya sibuk, pemikirannya tertumpah pada hal tersebut, sehingga masalah baru itu menjadi sangat menyibukkan dia. Seakan-akan ia telah mengabaikan istrinya yang ia cintai.
Seni Berkomunikasi
Sudah umum dikatakan bahwa perempuan adalah makhluk cerewet yang banyak omong. Sebenarnya pendapat itu tidak salah dan juga tidak sepenuhnya benar. Kaum lelaki juga sangat suka berbicara. Kaum lelaki banyak berbicara saat di luar rumah, saat ia berjuang dan berkorban untuk mendapatkan kebutuhannya. Saat di rumah ia menjadi pendiam karena baginya rumah bukan tempat untuk berjuang. Rumah adalah tempat untuk beristirahat, mengistirahatkan otaknya. Berbeda dengan kaum perempuan yang merasa rumah adalah tempat yang tepat untuk berbicara terutama dengan suaminya. Lagi-lagi, keadaan yang sangat jauh berbeda. Lalu bagaimana mengatasinya?
Tentu saja harus melihat kondisi dan situasi. Lelaki yang sedang memiliki masalah di kantor akan terus membawa masalahnya itu sampai ke rumah. Ketika suami sedang dalam kondisi letih dan mempunyai masalah, maka perempuan harus memahami hal itu bahwa suami sedang lelah, butuh istirahat, dan ketenangan. Kewajiban perempuan adalah memenuhi hal tersebut. Jika tidak, akibatnya akan buruk. Jika suami telah menemukan pemecahan masalahnya, letihnya telah habis, maka ia akan terlihat gembira. Pikirannya menjadi baik kembali. Mukanya menampakkan senyuman yang lebar. Siap diajak untuk berkomunikasi.
Dalam dunia lelaki, ada dua sebab mengapa ia mau berbicara tentang masalahnya:
1. Ingin berembug dan mencari jalan keluar
2. Ingin membebaskan diri dari tanggung jawab dan kesalah tersebut.
Dalam benak lelaki, saat perempuan mengatakan keluhannya, dua hal tersebutlah yang menjadi alasannya. Jikalah istrinya mengeluh, maka secara otomatis, lelaki yang menganggap dirinya sebagai kepala rumah tangga yang bertanggung jawab penuh kepada istrinya akan memberikan jalan keluarnya. Namun lelaki tidak mengetahui bahwa istrinya membutuhkan perbincangan kasih sayang bukan membutuhkan nasehat-nasehat dan jalan keluar. Baik, jika ternyata lelaki itu mampu mengerti akan kebutuhan bercakap-cakap ini dalam diri istrinya sehingga konflik tidak ada.
Hal lain yang menjadi permasalahan adalah jika lelaki menangkap pesan bahwa keluhan yang disampaikan istrinya adalah salah satu tindakan pembebasan diri si istri dari tanggung jawab. Dengan kata lain, bahwa lelaki merasa bahwa istrinya telah menganggapnya lalai. Ketika inilah lelaki akan mengeluarkan senjatanya untuk membela diri. Di sinilah harus ada trik-trik dalam menyampaikan keluhan permasalahan.
Di lain sisi, kaum perempuan menyukai memberikan pertolongan dan bantuan kepada sesama. Keadaan berbeda pada kaum lelaki. Perbedaan memang selalu ada selayaknya tulang rusuk yang bengkok bagi kaum lelaki, selalu berseberangan sifatnya. Tujuan memberikan bantuan bagi kaum perempuan adalah untuk membuat dia merasa dicintai. Sementara dalam dunia kaum lelaki, memberikan bantuan sukarela dianggap sesuatu yang tak dapat diterima. Kadang ditafsirkan sebagai penghinaan atas sebuah ketidakmampuan.
Karena itulah, seorang istri yang baik akan membiarkan suaminya berkerja dan percaya penuh padanya. Biarkanlah ia, turutilah, dan jangan mencampur aduk. Jangan berusaha memperbaiki kecuali apabila ia tidak bekerja dan berhenti dari pekerjaannya.
Secara umum, bila perempuan ingin memberikan bantuan kepada suaminya atau memberikan nasehat kepadanya. Murni keinginannya dengan tujuan untuk kebaikan si suami, sebagai wujud rasa cinta tanpa diminta suami. Sikap ini akan terasa menyakitkan bagi suami. Bagi suami, tindakan ini sebagai sikap dari rasa ketidakpercayaan istri padanya. Ada baiknya dilakukan dengan sikap yang tidak menggurui atau dengan cara tidak langsung.
source : http://pondok-muslimah.blogspot.com/2008/11/psikologi-suami-istri.html
Diposting oleh
catatan anjanie
di
13.33
0
komentar
Label: psikologi
Kamis, 06 November 2008
ANALISA PSIKOLOGI SEKSUALITAS PADA KASUS MUTILASI HENDRA
Wanita Yt alias Atk istri ke-empat yang diduga kuat telah membunuh suaminya sendiri (Handra) dan memotong tubuhnya menjadi 13 bagian yang terjadi di tangerang.
Wanita asal dusun Kupen, Pringsurat, Temanggung, Jawa tengah, mengemukakan bahwa suaminya seorang yang ringan tangan dan sering marah-marah. Wanita yang diduga hiperseks ini yang disebut-sebut telah menikah selama 15 kalimengaku membunuh dan memotong0motong suaminya lantaran sakit hati. Wanita ini juga menuding suaminya (Hendra) sebagai suami yang pelit padanya, “Perlakuan pada saya dan istri ketiganya (Dewi) sangatlah jauh berbeda. Dia hanya sayamg pada istri ketiga. Padahal dia tinggal satu atap dengan saya”, tutur istri keempat korban tersebut.
Dipuncak kekesalannya pada akhir September silam, Yt menjadi gelap mata. Suatu ketika suaminya meminta sang istri untuk mengerok dan memijit punggungnya, saat Yt mengerok dan memijat Hendra langsung tertidur pulas. Secara diam-diam Yt mengambil sebongkah batu lalu menghantamkan kek kepala belakngnya (Hendra). Mendapat hantaman itu, Hendra atau sang suami yang berprofesi sebagai supir angkutan itu tewas seketika. Melihat korban berlumuran darah Yt mengaku panik. Saat itulah timbul niatnya memotong-moton mayat Hendra.
Setelah dipotong menjadi 13 bagian, bagian-bagian tubuh korban dimasukkan tas plastik lalu dimasukkan lagi kedalam tiga buah kardus. Yt juga mngaku kasur yang berlumuran darah dibuangnya kesungai tapi sebelumnya dipotong terlebih dahulu manjadi 2bagian. Sekembalinya di rumah, Yt membawa 3 kardus berisi potongan mayat korban menggunakan anggutan umum jurusan Kotabumi-Kalideres. Sesampainya di Kalideres Jakarta barat, Yt lalu menaiki bus Mayasari bakti Jurusan Pulogadung dan meninggalkan satu kardus di bus itu. Lalu, di daerah Grogol Yt pun turun dan menyetop taksi dan meminta untuk di antar ke terminal Kalideres. Satu kardus lainnya ia tinggal di bagasi belakang taksi. Yt kemudian pura-pura untuk hendah pulang mudik ke Cirebon, Yt pun meminta tolong kepada kernet bus untuk menaruh kardus didalam bus. Lalu barulah Yt pulang kembali kekontrakan.
Wanita berusia 39 tahun ini mengaku juga membuang bungkusan ke-4 di sebuah tempat sampah Kalideres. Yt mengaku tidak tahu bungkusan mana yang berisi kepala, jeroan dan bagian tubuh yang lain.
ANALISA
Seks merupakan energi psikis yang ikut mendorong manusia (pasangan suami-istri) untuk aktif bertingkah laku dalam relasi seksual maupun kegiatan-kegiatan non seksual sebagai energi psikis, seks menjadi motifasi untuk bertingkah laku. Bila pasangan suami istri yang hubungan dalam seksualitasnya baik maka akan dapat tercipta hubungan yang harmonis, namun sebaliknya jika dalam hubungan seksualitas antara suami istri kurang baik maka akan timbul barbagai masalah. Dalam kasus mutilasi yang dialami oleh Hendra, tidak disangka bahwa pelakunya adalah isti keempatnya. Hal ini dapat ditimbulkan karena masalah seksualitas dalam hubungan mereka. Yt (pelaku sekaligus istri keempat korban) menyebutkan alas an mengapa ia membubuh suaminya sendiri sikarenakan sisuami (Hendra) tidak setia. Yt dan suaminya sering ribut, walaupun telah mempunyai banyak istri namun Hendra masih suka bermain perempuan diluar.
Karena kebiasaan Hendra membuat emosi Yt naik dan menghabisi nyawa suaminya. Laki-laki yang memiliki banyak istri haruslah adil dalam memberikan nafkah baik itu secara lahir maupun batin. Dalam kasus ini Hendra yang doyan bermain perempuan membuat ia menelantarkan Yt, terutama dalam hal seksualitas. Kebiasaanya bermain perempuan bisa dipicu karena perilaku Yt, karena mungkin saja Yt tidak dapat memberikan kepuasan seksual bagi hendra, sehingga ia mencari laternatif lain, yaitu dengan cara “jajan diluar”, yang menjadikan Yt geram dengan kelakuan suaminya sendri sehingga Yt tega membunuh Hendra.
Diposting oleh
catatan anjanie
di
03.30
1 komentar
ANALISA PSIKOLOGI SEKSUALITAS PADA KASUS VERI IDHAM HENYANSYAH ALIAS RYAN
Seorang pria yang bernama Veri Idham Henyansyah alias Ryan yang telah menghabisi sedikitnya 11 nyawa selama kurun waktu dua tahun, satu diantaranya dimutilasi menjadi 7 potongan. Lelaki 30 tahun yang tengarahi memilki deviasi seksual, yakni seorang gay atau penyuka sesama jenis ini, hingga saat ini masih diteliti motifnya melakukan serangkaian pembunuhan.
Masih belum jelas, karena konflik cintakah atau motif ekonomi karena bukti-bukti justru lebih banyak mengarah pada perampokan berencana. Korban Ryan yang paling awal diketahui, Heri santoso, memang diduga dibunuh karena lebih banyak terpicu kecemburuan cinta meski juga dirampok hartanya, tapi korban-korban berikutnya yang kemudian terungkap, agaknya sesama jenis. Apalagi 2 orang diantaranya 11 korbannya, adalah wanita dan seorang balita usia 3 tahun. Kaum gay di Indonesia pun menyatakan keberatan jika kasus Ryan dihubung-hubungkan dengan orientasi seksualnya sebagai gay.
Analisa
Kasus yang menimpa Ryan dapat dikatakan sebagai kasus psiko pathologi, yang artinya psiko itu berarti jiwa dan pathologi yang artinya penyakit. Dipandang dari segi patologis, tingkah laku abnormal itu adalah akibat suatu kecelakaan, suatu penyakit, atau status kepribadian yang kacau (disorder), yang kita jumpai pada penderita-penderita symptom klinis tertentu misalnya ada banyak unsure ketakutan dan kecemasan khronis yang tidak beralasan pada penderita psikoneurosa; gejala delusi, ilusi, dan halusinasi pada psikosa; juga tingkah laku anti sosial pada pribadi yang sosiopatik
Dari kasus Ryan dapat dilihat dari penyimpangan-penyimpangan selain pembunuhannya yaitu ryan mengalami gangguan berupa kelainan pada seksualitasnya. Ryan diduga menyukai sesama jenis (Homoseks).
Homoseksualitas adalah relasi seks dengan jenis kelamin yang sama atau rasa tertarik dan mencintai jenis seks yang sama. Jumlah pria yang homoseksual diperkirakan 3-4 kali lebih banyak dari pada jumlah wanita homoseksual. Dalam berekspresi homoseksual biasanya dikategorikan menjadi 3, aktif atau cenderung lebih berperan sebagai pria agresif , pasif bertingkah laku dan berperan pasif feminin seperti wanita, dan yang terakhir bergantian peranan atau kadang memerankan fungsi wanita kadang juga memerankan menjadi laki-laki. Bila melihat wajahnya yang kemayu, masyarakat tidak akan mengira bahwa Ryan bisa berperilaku keji terhadap para korbannya. Sebagai pria yang kemayu, mungkin saja Ryan sering diolok-olok oleh lingkungannya.
Siapapun yang mengalami tekanan psikis akan menjadi mudah tersinggung. Orang yang mudah tersinggung mudah melakukan perbuatan yang tak terduga. Selain itu sebagian besar korbannya laki-laki yang memiliki orientasi seksual yaitu homoseksual, ini menandakan bahwa Ryan juga mengalami hal yang sama. Orientasi seksual yang dialami Ryan bisa disebabkan karena trauma masa lalunya terhadap perempuan.
Kebenciannya terhadap perempuan membuat Ryan memilih berhubungan dengan laki-laki. Selama menjalin dengan laki-laki, ia berperan sebagai perempuan. Namun dari sisi religi, Ryan dikenal sebagai ustad yang suka mengajar anak-anak mengaji. Dalam hal ini dia sebenarnya tau bahwa orientasi seksual yang dialaminya tidak baik dan dibenci masyarakat, maka dari itu ia membunuh orang-orang terdekatnya yang memiliki kerakter seksual yang sama dengan dirinya.
Diposting oleh
catatan anjanie
di
03.28
0
komentar
ANALISA PSIKOLOGIS TENTANG PERNIKAHAN USIA DINI PADA KASUS SYEIKH PUJI
Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji, kiai yang juga pengusaha kaligrafi dari Kuningan menikahi secara siri Lutfiana Ulfa seorang gadis yang baru berusia 12 tahun pada 8 Agustus 2008. Pernikahan kali ini merupakan pernikahan yang kedua dari syeikh puji. Pernikahan yang kedua ini telah mendapat restu dari istri pertama syeikh puji, karena telah melalui seleksi. Ulfa tergolong gadis yang pintar dan selalu mendapat ranking dalam kelasnya, sehingga syeikh puji memilihnya untuk dijadikan istri. Dengan dibekali beberapa ilmu tentang menagement agar suatu saat ulfa dapat meneruskan salah satu perusahann milik syeikh puji.
Pernikahan Syekh Puji sekalipun mendapat kecaman LSM perlindungan anak dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), tidak membuat Syekh Puji bergeming. Pria ini mengaku kalau langkahnya sesuai dengan ajaran agama. Kematangan fisik seorang anak tidak sama dengan kematangan psikologinya sehingga meskipun anak tersebut memiliki badan besar dan sudah menstruasi, secara mental si anak belum siap untuk berhubungan seks. Dalam undang- undang perkawinan, usia minimal seorang perempuan melaksanakan perkawinan adalah 16 tahun.
Saat ditanya apakah bocah-bocah di bawah umur itu bersedia ia nikahi, Syekh Puji menjawab sambil terkekeh, “Wong mereka sudah menyatakan cintanya kepada saya. (Ulfa bilang) Saya cinta Syekh Puji.”
Ketika dikatakan bahwa pernikahannya dengan gadis cilik itu menimbulkan pro-kontra di masyarakat, Syekh Puji beralasan pernikahan tersebut ia lakukan berdasarkan ajaran agama. “Saya punya dasar agama juga. Enggak ngawur,” katanya. Syekh Puji mengatakan, dia mengikuti Rasulullah SAW yang menikahi Aisyah, gadis berumur 7 tahun. Namun, Rasulullah tidak bercampur dengan Aisyah hingga si gadis akil baliq. Syekh Puji pun tidak akan bercampur dengan istri-istri ciliknya sebelum mereka akil baliq.s
ANALISA KASUS
Secara psikologis manusia yang sehat adalah yang bisa menyelesaikan tugas perkembangannya dengan baik, teratur, tepat pada masing-masing tahap perkembangannya yaitu masa kanak-kanak, masa remaja dan masa dewasa (Hurlock,1983). Salah satu tugas perkembangannya pada masa dewasa awal adalah hidup dengan pasangan yang artinya adalah menikah untuk kemudian menjalani hidup bersama dengan suami atau istri dalam ikatan perkawinan. Menurut Harahap (1993) perkawinan adalah merupakan awal dari kehidupan berkeluarga sesuai dengan ketentuan agama dan peraturan perundangan yang berlaku. Perkawinan yang dilaksanakan dengan tidak memenuhi ketentuan agama merupakan perzinaan, dan perkawinan yang dilaksanakan dengan tidak memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku dapat menimbulkan masalah dalam kehidupan berkeluarganya dikemudian hari.
Dari sudut pandang biologis usia ideal untuk menikah bagi wanita 20-30 tahun, dan bagi laki-laki 25-30 tahun. Hal tersebur terkait dengan reproduksi produktif.
Masalah dalam kasus ini tidak umum menikahi anak umur 11 tahun, apalagi masalah perkawinan sudah diatur dalam hukum negara. Ini yang akan menjadi satu dilemma bagi umat Islam dalam mengambil sikap. Jika hal tersebut diterima dan dianggap benar dan haq, maka Syek Puji ini akan menjadi trendsetter, dan seperti dalam tulisan sebelumnya, akan memuluskan jalan para pedophile untuk melegalkan nafsunya terhadap anak kecil.
Dalam masyarakat sering kita jumpai bermacam-macam permasalahan yang dialami manusia. Beberapa permasalahan yang dialami manusia karena adanya suatu tantangan atau beban yang memaksa seseorang melakukan suatu tindakan yang belum waktunya, salah satunya yaitu pernikahan dini yang dialami oleh ulfa.
Bila dilihat secara psikologis seseorang dikatakan telah mampu berkeluarga apabila telah mencapai umur 19/21 tahun. Pernikahan tanpa didasari kematangan emosional akan berdampak pada kehidupan keluarganya, salah satunya akan berpengaruh terhadap bagaimana pasangan muda tersebut dalam mendidik anak. Karena keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan paling utama yang nantinya akan membekas dalam perilaku, perkembangan anak.
Dalam perkawinan sendiri dituntut tingkat kedewasaan yang cukup bagi seseorang, agar suami istri dapat menyelesaikan masalah rumah tangganya dengan bijak. Tantangan dalam sebuah perkawinan adalah bagaimana suami dan istri mau menyatukan berbagai perbedaan yang mereka miliki; entah itu karakter, gaya hidup, kebiasaan-kebiasaan, ekonomi, pandangan hidup, dan lain-lain. Dengan kata lain, kedewasaan dalam hal ini adalah kemampuan menunjukkan sikap toleransi dan saling menghargai antarpasangan. Bila tidak, gara-gara masalah sepele seperti tidak meletakkan handuk pada tempatnya, tidur ngorok, atau sering lupa janji dapat memicu berbagai pertengkaran. Apalagi jika buah hati telah hadir. Persoalan akan semakin ruwet, karena tanggung jawab dan masalah yang dihadapi lebih besar lagi.
Tingkat kestabilan emosi umumnya terjadi pada usia 24 tahun. Hal ini karena di usia itu seseorang mulai memasuki tahap dewasa. Masa remaja sendiri baru berakhir pada usia 19 tahun. Lalu usia 20-24 tahun dalam psikologi dikatakan sebagai masa usia dewasa muda. Di usia inilah banyak timbul transisi dari masa remaja ke masa dewasa yang lebih stabil. Kesimpulannya, usia di bawah 20 tahun merupakan usia seseorang masih menemukan jati dirinya atau emosinya belumlah stabil. Padahal, stabilitas emosi adalah kunci sukses langgengnya perkawinan.
Dengan emosi yang mantap, pasangan bisa menyelesaikan masalah apa pun dengan lebih tenang dan jernih. Masing-masing pihak mencari solusi, bukan menuruti egonya sendiri. Emosi yang labil juga kerap membuat pasangan posesif.
Diposting oleh
catatan anjanie
di
03.22
0
komentar
