Senin, 01 Desember 2008

Puisi cinta anak matematika

Saat aku bersua dengan eksponen jiwamu,
sinus kosinus hatiku bergetar
Membelah rasa

Diagonal-diagonal ruang hatimu
bersentuhan dengan diagonal-diagonal bidang hatiku

Jika aku adalah akar-akar persamaan
x1 dan x2
maka engkaulah persamaan dengan akar-akar
2x1 dan 2x2

Aku ini binatang jalang
Dari himpunan yang kosong
Kaulah integrasi belahan jiwaku
Kaulah kodomain dari fungsi hatiku

Kemana harus kucari modulus vektor hatimu?
Dengan besaran apakah harus kunyatakan cintaku?

kulihat variabel dimatamu
Matamu bagaikan 2 elipsoid
hidungmu bagaikan asimptot-asimptot hiperbola
kulihat grafik cosinus dimulutmu

modus ponen.... podue tollens....
entah dengan modus apa kusingkap
logika hatimu.....
Beribu-ribu matriks ordo 2x2 kutempuh
Bagaimana kuungkap adjoinku padamu

kujalani tiap barisan geometri yang tak hingga jumlahnya
tiap barisan aritmatika yang tak terhitung...

Akhirnya kutemui determinan matriks hatimu
Tepat saat jarum panjang dan pendek
berimpit pada pukul 10.54 6/11
Selengkapnya...

Puisi Cinta anak IPA

Archimedes dan Newton tak akan mengerti
Medan magnet yang berinduksi di antara kita
Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc2
Ah tak sebanding dengan momen cintaku...

Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku
Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum
Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa
Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro...

Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto
saat aphelium
Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku
Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih
Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular
yang tak terbatas...

Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi
Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan gaya
Energi kinetik cintaku = -mv~
Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat
menandingi hukum kekekalan di antara kita

Lihat hukum cinta kita
Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu
Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang sempurna
Dengan inersia tak terhingga
Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya
Inilah resultan momentum cinta kita...
Selengkapnya...

Puisi Cinta Anak IT

Seandainya hatimu adalah sebuah system,
maka aku akan scan kamu untuk mengetahui port mana yang terbuka
Sehingga tidak ada keraguan saat aku C:\> nc -l -o -v -e ke hatimu,
tapi aku hanya berani ping di belakang anonymouse proxy,
inikah rasanya jatuh cinta sehingga membuatku seperti pecundang
atau aku memang pecundang sejati whatever!

Seandainya hatimu adalah sebuah system,
ingin rasanya aku manfaatkan vulnerabilitiesmu,
pake PHP injection Terus aku ls -la; find / -perm 777 -type d,
sehingga aku tau kalo di hatimu ada folder yang bisa ditulisi
atau adakah free space buat aku?. apa aku harus pasang
backdor “Remote Connect-Back Shell” jadi aku tinggal nunggu koneksi
dari kamu saja, biar aku tidak merana seperti ini.

Seandainya hatimu adalah sebuah system, saat semua request-ku diterima
aku akan nogkrong terus di bugtraq untuk mengetahui bug terbarumu maka
aku akan patch n pacth terus,aku akan jaga service-mu jangan sampai
crash n aku akan menjadi firewallmu aku akan pasang portsentry, dan
menyeting error pagemu ” The page cannot be found Coz Has Been Owned
by Someone get out!” aku janji gak bakalan ada macelinious program
atau service yang hidden, karena aku sangat sayang dan mencintaimu.

Seandainya hatimu adalah sebuah system, jangan ada kata “You dont have
permission to access it” untuk aku, kalau ga mau di ping flood Atau
DDos Attack jangan ah….! kamu harus menjadi sang bidadaripenyelamatk u.

Seandainya hatimu adalah sebuah system, …?
Tapi sayang hatimu bukanlah sebuah system, kamu adalah sang bidadari
impianku, yang telah mengacaukan systemku! Suatu saat nanti aku akan
datang n mengatakan kalau di hatiku sudah terinfeksi virus yang
Menghanyutkan, Ga ada anti virus yang dapat menangkalnya selain…kamu.

Selengkapnya...

Puisi Orang Accounting

Wahai Kekasihku...
Debetlah cintaku di neraca hatimu
Kan ku jurnal setiap transaksi rindumu
Hingga setebal Laporan Keuanganku

Wahai kekasih hatiku...
Jadikan aku manager investasi cintamu
Kan ku hedging kasih dan sayangmu
Di setiap lembaran portofolio hatiku
Bila masa jatuh tempo tlah tiba
Jangan kau retur kenangan indah kita
Biarlah ia bersemayam di Reksadana asmara
Berkelana di antara Aktiva dan Passiva

Wahai mutiara kalbu ku....
Hanya kau lah Master Budget hatiku
Inventory cintaku yang syahdu
General Ledger ku yang tak lekang ditelan waktu

Wahai bidadariku....
Rekonsiliasikanlah hatiku dan hatimu
Seimbangkanlah neraca saldo kita
Yang membalut laporan laba rugi kita
Dan cerahkanlah laporan arus kas kita selamanya
Selengkapnya...

Malaikat

Seorang penjual minyak goreng keliling seperti biasa menjajakan dagangannya di tepian Sungai Citarum.
“Nyak… nyak… minyaaaaaaaaaaaaak”,
teriaknya. Di jalanan menurun tiba-tiba gerobaknya yang penuh dengan botol minyak tergelincir ke Sungai Citarum. Lung… lap… tenggelam deh ceritanya…
“Huuuuu… huuuu….”, menangislah dia….
“Harus kuberi makan apa istriku nanti… huuu…”
Tiba-tiba… seorang Malaikat yang baik hati muncul dan bertanya :
“Hai, BAJURI… kenapa gerangankah sehingga engkau menangis begitu?”
Ternyata… namanya BAJURI… tahu juga ya itu Malaikat….
“Oh, Malaikat… gerobak minyak goreng saya tergelincir ke sungai…”
“Baiklah… aku akan ambilkan untukmu…” Tiba-tiba Malaikat itu menghilang dan muncul lagi dengan sebuah kereta kencana dari emas, penuh dengan botol dari intan…
“Inikah punyamu?”
tanya Malaikat…
“Bukan… gerobakku tidak sebagus itu… mana mungkin penghasilan saya yang 6 juta sebulan bisa beli kereta kencana? Itu pun sudah ditambah komisi penjualan yang cuma sedikit.”
Malaikat itu pun menghilang lagi dan muncul dengan sebuah kereta perak dengan botol dari perunggu.
“Inikah punyamu?”
tanyanya lagi.
“Bukan, hai Malaikat yang baik… Punyaku cuma dari besi biasa… botolnya juga botol biasa…”
Lalu Malaikat itu pergi lagi… dan kali ini kembali dengan gerobak dan botol Si BAJURI.
“Inikah punyamu?”
“Alhamdulillah… benar ya Malaikat. Terima kasih sekali engkau telah mengambilkannya untukku”.
Malaikat berkata,
“Engkau jujur sekali, ya BAJURI. Untuk itu sebagai hadiah… aku berikan semua kereta dan botol tadi untukmu…”
“???????? Alhamdulillah…. terima kasih ya Allah… terima kasih ya Malaikat…”
Sebulan kemudian, BAJURI rafting bersama istrinya di sungai yang sama…. Naas tak dapat ditolak, malang tak bisa dihindari… Perahu karetnya terbalik dan istrinya hanyut…
“Huuuuuuuuuuuuuuuuuu…. huuuuuuuuuuu……. istriku… di mana engkau….”,
isaknya…Tiba-tiba Malaikat pun muncul lagi…
“Kenapa lagi engkau, ya BAJURI?”
“Istri saya hanyut dan tenggelam di sungai, hai Malaikat…”
“Ohhh… tenang… aku ambilkan…”
Plash… Malaikat itu menghilang dan tiba-tiba muncul kembali sambil membawa Nafa Urbach… yang ada tato mawar di perutnya…
“Inikah istrimu?”
tanya Malaikat.
“Betul, Malaikat… dialah istriku…”
“Haaaaaa…. BAJURI!!!”
Malaikat membentak marah.
“Sejak kapan kamu berani bohong? Di manakah kejujuran kamu sekarang?”
Sambil bergetar dan berjongkok… BAJURI berkata:
“Ya, Malaikat… kalau aku jujur… nanti engkau menghilang lagi dan membawa Bella Saphira… kalau kubilang lagi bukan… maka engkau akan menghilang lagi dan membawa lagi istriku yang sebenarnya… Lalu… engkau akan bilang bahwa aku jujur sekali… dan engkau akan memberikan ketiga-tiganya kepadaku… Buat membiayai hidup Nafa saja aku bingung gimana caranya… apalagi tiga-tiganya???”
Malaikat pun termangu dan bengong….
“Benar juga kamu… kamu realistis…”
Selengkapnya...

Antara Ngupil dan ML

Anak: “Pak, Kenapa sih making love itu enak banget (katanya - RED)?”
Bapak: “Wah, itu kayak sensasi waktu kamu ngupil pake jari kamu, Nak.”
Anak: “Trus, kenapa cewek lebih menikmatinya, Pak?”
Bapak: “Karena waktu kamu ngupil, yang kerasa paling enak khan hidung kamu dan bukan jari pada jari kamu.”
Anak: “Terus, kenapa cewek benci banget amit-amit jabang bayi kalo mereka diperkosa?”
Bapak: “Seperti kalo kamu di jalan ketemu orang asing, trus orang asing itu pengen ngupilin hidung kamu pake jarinya dia… ngeselin khan?”
Anak: “Kenapa cewek nggak bisa/nggak mau gituan waktu mereka lagi datang bulan?”
Bapak: “Kalo hidung kamu berdarah, kamu masih pengen terus ngupil?”
Anak: “Katanya, semakin banyak sperma laki-laki yang keluar waktu orgasme, semakin besar kenikmatannya. Bener nggak sih, Pak?”
Bapak: “Semakin besar upil yang kamu dapet waktu ngorek, semakin puas nggak kamu?”
Anak: “Kenapa cowok nggak suka pake kondom waktu mereka making love?”
Bapak: “Kamu suka nggak ngupil pake sarung tangan?”
Anak: “Wahhh Bapak pinter banget deh… hehehe.”

Kesimpulan :
Buat yang belum married, kalo lagi pengen ML tapi ga ada penyaluran mending ngupil aja…! :-D
Selengkapnya...

Lipstick

Ada seorang anak bertanya pada ibunya. “Bu, pas sweet seventeen nanti boleh bikin pesta di rumah gak?”

Yah, kapan lagi anakku bisa pesta sweet seventeen, pikir ibunya “Boleh… boleh… biar nanti ibu siapkan.”

Anak itu kembali bertanya, “Bu, pas sweet seventeen nanti boleh ngundang temen-temen gak?”

Yah, kapan lagi dia bisa kumpul dengan teman-temannya,pikir ibunya, “Boleh, boleh… nanti ibu urus undangannya.”

Anak itu bertanya lagi, “Bu, bu… boleh pake baju baru gak?”

Yah, hanya sekali ini dia bisa sweet seventeen, pikir ibunya, “Boleh… boleh, nanti ibu belikan.”

Pada hari ulang tahun ke-17 itu, pesta sudah dirayakan di rumahnya, teman-temannya sudah datang, anak itu memakai baju barunya dan kembali bertanya sama ibunya, “Bu, bu… boleh pakai lipstick gak?”

“Gak boleh!” kata ibunya.

“Ah… ibu, ini kan cuman terjadi sekali dalam hidup, masa pakai lipstick aja gak boleh…” rengek anaknya.

“Enggak!! Pokoknya kamu boleh bikin pesta, kamu boleh ngundang temen-temen kamu, kamu boleh pakai baju baru, tapi kamu gak boleh pakai lipstick!”

“Boleh dong Bu….., please…..” rengek anaknya lagi.

“BAMBANG!!! Kali ini Ibu tidak ada kompromi… TIDAK BOLEH!!”
Selengkapnya...